Selasa, 18 Mei 2021
Follow:
 
FAKTA POST / Pelalawan
ADVETORIAL-HUMAS PEMKAB PELALAWAN
MENGUPAS PROGRAM PARIWISATA DALAM MENINGKATKAN PARIWISATA PELALAWAN

Rabu, 07/12/2016 - 12:45:00 WIB

PEMKAB Pelalawan melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga terus berupaya membangun prosi wisata dikabupaten Pelalawan, salah satunya adalah  dengan mengusung konsep keikutsertaan pada acara Deep and Extreme. 

PELALAWAN:  Memperkenalkan kepariwisataan yang ada di Kabupaten Pelalawan, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pelalawan belum lama ini mengikuti pameran Deep and Extreme di Jakarta beberapa waktu yang lalu. Pameran ini bertujuan untuk menyebarkan informasi seluas-luasnya bahwa Kabupaten Pelalawan memiliki wisata yang menguji adrenalin, dan hanya dimiliki Provinsi Riau di Indonesia ini.

Acara yang yang banyak dikunjungi oleh para petualang, investor, pengusaha travel, dan calon wisatawan ini  bertempat di Jakarta Convention Center senayan. Kabupaten pelalawan kembali memperkenalkan dan mempromosikan wisata Bono Surfing.

Apa yang menarik dari BONO". Fenomena alam Bono yang berupa gelombang di Sungai Kampar, dahulunya ditakuti masyrakat yanga da di aliran sungai Kampar yang terdapat di kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, ternyata menjadi fenomena yang menyenangkan bagi beberapa orang dari manca Negara yang gemar melakukan aktifitas surfing sekaligus membuktikan bahwa gelombang ini mampu ditaklukan dan dapat menjadi sesuatu yang mengasyikan bukan hanya dilihat melainkan dimainkan dengan menggunakan papan seluncur.

Kegiatan bono surfing telah dilakukan beberapa kali, hingga menarik minat para surfer lainnya untuk turut merasakan gelombang bono yang menurut mereka cukup dahsyat ini. Bahkan ada beberapa diantaranya yang merupakan surfer dunia yang telah mencobanya sendiri.

Gambar: Gelombang Ombak BONO Kabupaten Pelalawan

Demi BONO, Bupati Pelalawan, H.M. Harris pun menerobos dunia internasional untuk mempromosikan BONO yang sangat melegenda ke luar, bertepatan dengan lawatandi negara Timur Tengah tepatnya ke Dubai dalam memenuhi undangan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat.

"Lawatan ini harus bermanfaat, terutama dalam mempromosikan objek wisata bahari khususnya objek wisata tirta bono ini yang ada di Kabupaten Pelalawan."  Demikian dijelaskan Bupati Pelalawan sebelum berangkat ke Dubai. Pada kesemptan tersebut Bupati Pelalawan akan mempromosikan objek wisata Bono dan Taman Nasional tesso Nilo (TNTN) yang terdapat di kecamatan Ukui.

Taman Nasional Tesso Nilo yang sangat mempesona lengkap dengan satwa liarnya seperti harimau, gajah, tapir, rusa, dan banyak lainnya. Pada saat ini  TNTN juga menjadi tempat konservasi gajah yang nantinya digunakan sebagai Flying Squad atau kawanan gajah pengusir gajah liar dan juga lokasi ecoeducation yang telah dibentuk beberapa paket yang siap jual. Sementara gelombang bono yang menawan merupakan fenomena yang cukup langka hanya dapat ditemui di beberapa Negara tertentu saja di dunia ini. Diantaranya Brazil, Cina dan Indonesia (Teluk Meranti).

Sekilas tentang bono, adalah gelombang yang datang seiring pasang air lait dari Kuala Kampar menuju Teluk meranti yang mana besar kecilnya berdasarkan hitungan bulan Hijriah. Selain itu, misteri keberadaan gelombang bono ini oleh masyarakat lebih banyak dijelaskan dengan mitos yang smpai saat ini masih berkembang dan diyakini. Sedangkan bagi para surfer manca Negara yang telah mengalami dan merasakan fenomena ini, mereka menamakannya dengan sebutan The Seven Ghosts.

Pembangunan objek wisata yang layak dan menarik sekaligus peningkatan Jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun manca negara yang datang ke Kabupaten Pelalawan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan memastikan kelanjutan pengembangan obyek wisata di Kabupaten Pelalawan tahun 2016. Ternyata selain Wisata Ombak Bono yang sudah mendunia, Pelalawan punya destinasi lain yang tidak kalah menarik.
 
Gambar: Bupati Pelalawan, HM. Harris Mendapat Penghargaan dari Pemerintah Pusat dalam pengembangan Wisata.

Pengembangan objek wisata oleh Pemkab Pelalawan tahun ini difokuskan pada objek wisata Bono dan Danau Tajwid yang berada di Langgam. Dimana untuk pengembangan wisata Danau Tajwid, baru tahap pembuatan baliho, pembuatan tempat duduk permanen di sekitar lokasi tersebut.
 
INFRASTRUKTUR
Sementara untuk Wisata Bono, pengembangan dilakukan seperti pembangunan turap untuk melihat gelombang Bono yang berada di Kecamatan Teluk Meranti sepanjang 200 meter.

Untuk pengembangan objek wisata Bono sebagai upaya mewujudkan Pelalawan eksotis yang bermuara pada Pelalawan emas, harus didukung oleh beberapa program andalan lainnya, seperti Pelalawan Terang, dan Pelalawan Lancar.

Tidak sedikit daerah yang memiliki objek wisata yang mempesona, punya nilai asri dan eksotis seperti air terjun nan alami, namun tak mampu menggugah wisatawan, karena terkendala pada transportasi dari dan ke lokasi objek yang dimaksud.
 
Nama objek wisata Bono sudah sangat mendunia. Satu program andalan ini sudah di ambang mata untuk mengantarkan kesuksesan mendatangkan wisatawan mancanegara. Namun, akan sangat disayangkan, apabila hasrat yang kuat pada wisatawan ini terganjal terjalnya jalan dan sulitnya medan yang akan ditaklukkan.

Untuk itulah, Pemkab Pelalawan terus berupaya membenahi infrastruktur jalan dan lainnya dan ditopang dengan sumber penerangan melalui program ketujuh andalan Pemkab Pelalawan yakni Program Pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan yang berpusat di Kecamatan Langgam.
 

PROGRAM EMAS MENUJU 2021
Dari kawasan inilah diharapkan tidak saja mengalir pasokan listrik yang mampu menerangi Pelalawan siang dan malam, tapi juga olah dan alih teknologi mewujudkan pelalawan nan eksotis dan Pelalawan Emas Tahun 2021.
 
"Pembangunan turap objek wisata gelombang Bono ini akan dibangun sepanjang 200 meter. Informasi yang saya dapat dari Pemprov Riau, dananya kalau tidak salah sebesar Rp5 miliar," ujar Kepala Disbudparpora Pelalawan Drs H Zuklifli SAg MSi beberapa waktu lalu di Pangkalan Kerinci.
 
Diungkapkan mantan Kabag Kesra Setdakab Pelalawan ini, objek wisata yang menjadi destinasi kunjungan dari wisatawan tersebut, seperti Danau Tajwid di Kecamatan Langgam, Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang terdapat di tiga kecamatan yakni Langgam, Pangkalan Kuras dan Ukui, Bono di Kecamatan Teluk Meranti, Tugu Equator di Kecamatan Pangkalan Lesung dan Betung di Desa Betung Kecamatan Pangkalan Kuras.
 
"Sejauh ini ada lima objek wisata yang diminati wisatawan untuk dikunjungi. Diantaranya Danau Tajwid, TNTN, Bono, Equator dan Betung. Kehadiran wisatawan tidak lepas dari serangkaian promosi, baik oleh Pemkab Pelalawan, Provinsi Riau hingga pemerintah pusat juga LSM," ujarnya.
 
Bahkan kata Zulkifli, Pemkab Pelalawan sudah beberapa kali melakukan promosi hingga ke luar negara. Sedangkan kunjungan para turis mancanegara ini, banyak untuk melihat pesona gelombang Bono di aliran Sungai Kampar Kecamatan Teluk Meranti.

"Turis yang rata-rata sudah profesional menguji nyali menantang salah satu gelombang terpanjang dan terlama di dunia. Kemudian juga ada Festival Bekudo Bono pada puncak menculnya gelombang dahsyat ini," sebutnya.
 
Kendati tidak merinci jumlahnya, Zulkfili mengatakan, wisatawan mancanegera yang berkunjung diantaranya seperti Jepang, Australia, Amerika, Singapura, Prancis, Malaysia dan Rusia. Untuk itu, Pemkab Pelalawan terus memperbaiki fasilitas utama dan penunjung objek wisata yang ada.
 
"Dengan terus dilakukan perbaikan fasilitas objek wisata, dipastikan jumlah wisatawan akan terus meningkat dan memudahkan wisatawan datang ke Pelalawan. Perlahan tapi pasti, tiap tahunnya terus kita upayakan perbaikan dan pembangunannya. Kedepannya pengembangan pembangunan Danau Kajuid ini sama seperti pengembangan wisata Bono. Dalam waktu dekat ini, kita merencanakan pembuatan DED (Detail Engineering Design, red) Danau Tajwid," sebutnya.
 
Gambar: Bupati Pelalawan, HM. Harris mencoba mengendarai
Gambar : Bupati Pelalawan, HM. Harris  mencoba Jetski di danau Tajwid

Disinggung pengembangan infrastruktur Bono sendiri, Zulkifli menjelaskan, bahwa ada sejumlah infrastruktur pengembangan Bono yang akan dilanjutkan pembangunannya di tahun 2016 ini. Diantaranya gedung tourism yang pada tahun lalu kontraknya diputuskan karena habis waktunya, akan kembali dilanjutkan.
 
"Kemudian pembagunan Jalan Lintas Bono sepanjang 7 Kilometer dengan anggaran sekitar Rp40 miliar yang berada di Dinas Cipta Karya Provinsi Riau," jelasnya.

Bupati Pelalawan HM Harris bersama pihak Bappenas, telah meninjau jalan Lintas Bono tahun lalu dan menentukan titik jalan yang akan dibangun. Disamping itu, penyediaan genset serta lampu menggunakan tenaga matahari (PLTS), juga dianggarkan di tahun 2016 untuk Wisata Ombak Bono.
 
"Untuk itu, kita harap pengembangan pembangunan dua objek wisata Pelalawan tahun ini tidak mengalami kendala dan berjalan lancar demi kemajuan wisata dan peningkatan PAD Negeri Amanah ini," pungkasnya.
 
Selain itu, upaya  Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Pelalawan menyiapkan berbagai dokumen agar objek wisata Bono mandapat alokasi dana dari pemerintah pusat pada tahun 2017.

Hal itu melihat Bono merupakan salah satu objek wisata andalan Riau yang diluncurkan Kementerian Pariwisata dalam tajuk Riau menyapa Dunia, baru-baru ini. "Pasca pelucuran Riau menyapa dunia di Jakarta wisata Bono masuk menjadi salah satu andalan periwisata di Riau, bersama enam objek wisata kabupaten lain di Riau. Kita diharuskan mempersiapkan dokumen guna menunjang objek wisata Bono tersebut," ungkap Zulkifli.
 
Menurut Zulkifli, dengan masuknya Bono dalam wisata Riau menyapa dunia, maka harus ada persyaratan untuk menjadikan wisata tersebut menjadi objek wisata unggulan. Diantaranya, dengan adanya penunjukan kawasan Bono yang harus dituangkan dalam peraturan daerah (perda). Kemudian, adanya wisata Bono yang menjadi kawasan strategis yang harus ditetapkan di peraturan bupati (perbup).
 
"Semua itu sudah kita lakukan. Soal penyelenggaraan kepariwisataan Bono sudah ada perdanya, yakni perda nomor 6 tahun 2015 tentang penyelenggaraan kepariwisataan. Juga tentang bono sebagai kawasan strategis pariwisata Pelalawan sudah dituangkan dalam peraturan bupati Nomor 27 tahun 2016," paparnya.
 
PROMOSI
 
Selain menggelar Program "Riau Menyapa Dunia" ada beberapa upaya yang telah dilakukan pemeritah dalam menjadikan Pelalawan sebagai objek wisata, antara lan:
 
Upaya yang dilakukan Pemerintah Pusat
 
Penyusunan Masterplan Kawasan Objek Wisata Bono  pada tahun 2012 Pembuatan Film Promosi pada tahun 2012, Pembangunan Menara Pandang di Tanjung Bau-Bau Tahun 2013, Pembinaan masyarakat malalui pelatihan surfing dan rescue di Jawa Barat tahun 2013 dan Penyusunan Proposal Investasi melalui Kementrian Pariwisata tahun 2013 Promosi Luar Negeri.

DUKUNGAN PROVINSI
 
      Pembangunan Jembatan yang menghubungkan desa Teluk Binjai dan Teluk Meranti Tahun 2012 - 2013 
       (Bina Marga)
      Sosialisasi Sapta Pesona Tahun 2013 (Disparekraf)
      Pengerasaan Jalan Lintas Bono sepanjang 16 Km lebar 7m, Tahun 2015 (Bina Marga)
      Peningkatan Jalan Teluk Meranti Guntung  oleh Dinas Tahun 2015 (Bina Marga)
      Pembinaan Desa Wisata
 
PROGRAM KERJASAMA
 
Penyiapan Lahan 600 Ha untuk Kawasan objek wisata bono
Posisi lahan tersebut lahan Kawasan Objek Wisata Bono, berada pada posisi strategis, karena hampir berhadapan langsung dengan dua buah negara, yaitu Malaysia dan Singapura.

Saat ini Pemda Pelalawan bersama dengan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau dan Kerajaan Negeri Johor, Malaysia, telah melakukan kerjasama untuk memperpendek jarak antara Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Karimun Kepri dan Negri Johor, dengan membangun jembatan sepanjang 37,45 KM dan sudah dilakukan adalah Feasibility Study " Seminar Internasi" Memasukkan dalam RPJM Nasional (dalam proses).Pengadaan alat penunjang keselamatan (Life Vest) bagi pengunjung/ penonton bono, Penyediaan alat transportasi air (jetski) untuk kunjungan dan rescue.

Pagelaran seni budaya di kawasan objek wisata bono setiap tahun. Pembangunan (semenisasi) jalan lingkungan di Desa Teluk Meranti oleh Dinas PU &Cipta Karya tahun 2013 dan 2014. Pembinaan  serta penyuluhan sadar wisata  dan sapta pesona bagi masyarakat tempatan, Pembekalan kemampuan berbahasa asing (inggris)  bagi masyarakat lokal. Pendampingan Kelompok Masyarakat di Teluk Meranti Tahun 2014 Festival Bekudo Bono 2103
 
Bantuan Rehab untuk homestay tahun 2013, Pembukaan Jalan dari Jalan Lintas Bono ke Tanjung Bau bau sepanjang 3,2 Km oleh Dinas PU Kabupaten Pelalawan Tahun 2013. Expedisi Johor - Tanjung Balai Karimun - Pelalawan (Bono).

Promosi Potensi Objek Wisata Bono di dalam dan Luar Negeri. Penyusunan DED Kawasan Objek Wisata Bono dan Desain Animasi  pada Tahun 2014. Penimbunan Tanah / Revertment di kawasan objek wisata bono Tanjung Bau-Bau tahun 2014.
 
Pembangunan Pentas Seni terbuka dan Tribun VIP di Kawasan wisata bono. Pembangunan Pusat Informasi Turis Tahun 2014. Pembangunan Tanggul/ Penimbunan penahan air di kawasan wisata bono agar tidak terjadi abrasi. Pembangunan insfratruktur jalan darat, air, dan listrik. Pembuatan masterplan untuk objek wisata Danau Tajwid diLanggam.
 
Ditambahkannya, semua itu tentunya membutuhkan dana yang besar, untuk itu pemkab pelalawan tidak henti-hentinya melakukan pembenahan dan promosi untuk menarik investor. Selain itu pemkab pelalawan juga berupaya untuk memasukkan objek wisata bono ke dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
 
"Kepemimpinan Bupati HM Harris yang kedua ini, kami sudah meletakan pondasi pengembangan itu, agar pembangunan wisata Bono ini bisa terus berlanjut," tuturnya. (adv/hms)


virgin hair diamond jewelry

Copyright 2013 - 2020 PT. FAKTAPOST MEDIA CITRA, All Rights Reserved
[ REDAKSI & MANAJEMEN ]