Selasa, 18 Mei 2021
Follow:
 
FAKTA POST / Pelalawan
PARIWISATA DI PELALAWAN
Tajwid Dikagumi, Bono Mendunia

Senin, 15/10/2018 - 14:24:45 WIB

FAKTAPOST.COM-PELALAWAN:Pelalawan terus berbenah, salah satu  lokasi wisata sedang dikembangkan saat ini berada di Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan bernama Danau Tajwid. Taman wisata ini merupakan Perpaduan antara suasana alam nan asri digabung dengan berbagai permainan. Termasuk berbagai wahana permainan memacu adrenalin.

Lokasi Danau Tajwid dapat ditempuh baik kenderaan roda dua maupun roda empat memakan waktu kurang lebih setengah jam dari Pangkalan Kerinci ibukota Pelalawan.

Berkunjung kekawasan ini harus mengambil jalan aspal berbelok ke kanan sebelum menuju penyeberangan ponton Sungai Kampar. Setelah menyusuri jalan aspal menuju Langgam, kemudian berbelok ke kanan beberapa meter sebelum Jembatan Langgam. Jalan terus mengikuti akses yang sudah ada dari tepi sungai Kampar.

Sebelum tiba di Danau Tajwid atau kerap juga disebut Dana Kajwik, mata akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang indah. Dimana banyak pohon besar dan tinggi, tempat monyet dan binatang lain bergelantungan seraya menyapa para pengunjung. Setelah sampai di lokasi Danau Tajuwid, akases jalan sudah terhubung dan bisa dilewati mobil maupun sepeda motor. Danau yang terhampar ditengah menjadi daya tarik tersendiri.

Dibahagian tengah tampak beberapa alat berat, kendaraan, dan pekerja sedang bekerja meratakan jalan hingga membangun tower besi untuk wahana Flying Fox setinggi hampir 30 meter. Selain Flying Fox, wahana permainan lain yang bisa dinikmati yakni Flying Fish ditengah danau.

"Kalau Flying Fox ini panjangnya sekitar 230 meter ke ujung sana," kata pengelola Danau Kajuwid, Bhaktiar Ismail, salah seorang pengelola ketika diketemui dilokasi. Bahkan kami awak media yang meninjau langsung berkesempatan berkunjung ke lokasi wisata itu bersama rombongan Bupati Pelalawan HM Harris beserta Kepala Disparbudpora Andi Yuliandri, Kepala Bappeda Syahrul Syarif, Kepala BPBD Hadi Penandio, dan beberapa staff pegawai, beberapa waktu yang lalu.

"Ini tinggal membuat pagar disamping dan memperkokoh lagi. Sama yang lain-lain yang perlu. Tapi sekarang sudah bisa dipakai kok," tambah Bhaktiar Ismail.
Gambar mungkin berisi: luar ruangan, air dan alam
Sarana Wisata di Danau Tajwid

Untuk Flying Fish juga sudah bisa dinikmati. Sampan karet yang dibentuk sedemian rupa untuk dinaiki empat orang, sama seperti dilokasi wisata lainnya. Bentuknya mirip Banana Boat apabila digabung tiga unit dengan penampang dibagian depan dan samping kiri-kanannya.

Flyng Fish dimainkan dengan bantuan speedboat sedang untuk menarik dan memainkan irama sesuai dengan ayunan spedd. Kami awak media berkesempatan menjajal wahanan diatas air ini bersama tiga orang lainnya. Setelah menggunakan pelampung sebagai safety, pemain digiring ke atas perahu karet tak bermesin itu.

Pemain duduk layaknya menunggang kuda dengan memegang hendel tali yang sudah ada dibagian depan, dengan formasi dua orang dibagian tengah dan masing-masing satu orang disamping kiri maupun kanan. Awak media duduk dibagian tengah depan yang berhadapan langsung ke arahan depan. Menggunakan tali khususnya, ujungnya diikat ke speedboat dan ujung lainnya dikaitkan ke Flying Fish.

Bupati Harris bertindak sebagai kapten speed berangkat dari dermaga khusus yang sudah didesain. Kecapatan speed sangat terasa pada perahu karet yang ditariknya. Setelah keluar dari dermaga danau dan bebas hambatan, adrenalin mulai dipacu dengan memacu kecepatan speed.

Semakin kencang, Flying Fish semakin terangkat ke udara dengan posisi berdiri dan bahkan sekali-sekali terbang tanpa menyentuh air.

"Pegang kuat-kuat, jangan sampai lepas," teriak teman yang duduk disamping kiri. Adrenalin semakin terpacu dikala speed diolengkan ke kanan dan ke kiri, serta gasnya dikejutkan. Tubuh seakan terbanting dan terlempar ke danau. Disaat berbelok, kemiring hampir mendekati 90 derajat dimana percikan air semakin membahasahi kaki dan badan.

Kapten speed mengitari danau dengan hentakan gas dan manuver beragam, membuat pemain Flying Fish semakin berteriak kencang dan jantung dipompa semakin kuat. Pada putaran kedua, pemain yang dibelah kiri, sebelumnya memberikan peringatan, terlempar ke air lantaran manuver ke kiri.

Tak sampai disitu saja, setelah menolong pemain yang jatuh ke atas speed, Bupati Harris menggantikan posisinya disebelah kiri dan kembali mengitari danau Kauwid dengan sensai yang beragam. Hingga peserta menyerah dan speed kembali ke dermaga. " Intinya pegangan harus kuat dan jangan melawan arus angin, diikuti saja," kata Harris kepada peserta yang terjatuh setelah sampai ke darat.

Bupati Harris menuturkan, selain kedua wahana itu para pengelola, termasuk dirinya, akan membangun puluhan lebih wahana lain diatas lahan danau seluas 21 hektar itu. Berbaai permainan dari lokasi wisata akan diserap dan dioperasikan di Danau Kajuwid. Termasuk 'waterpark'. Investasi dana telah disiapkan secara berangsur untuk menyulap Danau Kajuwik menjadi lokasi wisata yang menarik wisatawan dari dalam dan luar Pelalawan. Ia yakin Danau Kajuwik akan berkembang apabila warga setempat ikut mendorong dan membangun serta peduli.

Pemda Pelalawan juga sudah menunjukan keseriusannya dalam mengembangkan wisata itu. Dengan membangunan beberapa gazebo, kamar mandi, serta tempat santai ditepi danau. Kedepan infrastruktur lain akan ditambah sesuai kebutuhan.

ADA BONO YANG MENDUNIA

Selain danau Tajwid, di Kabupaten ini juga terdapat lokasi Wisata Bono yang sudah mendunia. Gelombang Bono yang merupakan Objek Wisata andalan di Kabupaten Pelalawan adalah fenomena alam yang biasa terjadi karena disebabkan pertemuan arus pasang air laut dengan arus sungai dari hulu menuju hilir.

Gelombang Bono hanya bisa di saksi kan pada waktu tertentu saja. Biasanya menurut masyarakat setempat, gelombang bono terjadi pada saat bulan purnama atau bulan besar, di mulai dari hitungan hari ke 10 sampai 20 menurut perhitungan bulan melayu atau bertepatan bulan agustus sampai bulan desember bulan masehi.

Bagi wisatawan yang mau melihat fenomena alam yang unik dan dahsyat ini bisa berkunjung ke Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan. Untuk di ketahui gelombang bono ini merupakan gelombang yang bersifat merusak dengan kedahsyatan gelombangnya.
Jadi bagi wisatawan diharapkan berhati-hati jika ingin melihat gelombang
bono.

Sebelumnya gelombang bono ini di populerkan oleh para peselancar dari negara lain seperti peselancar dari Prancis dan juga dari Brazil.
Gambar mungkin berisi: 1 orang, samudera, luar ruangan, air dan alam
Menikmati Selancar Gelombang Bono

Gelombang Bono menjadi hal yang sangat menakutkan bagi masyarakat yang ada di kecamatan teluk meranti, tetapi sekarang sudah banyak masyarakat sekitar terutama pemuda berselancar menantang dahsyatnya gelombang bono. Selain itu juga gelombang bono menjadi Wisata Andalan bagi Kabupaten Pelalawan dan juga Provinsi Riau. Untuk  menarik wisatawan dalam negeri maupun manca negara untuk datang ke Kabupaten Pelalawan.

Berkunjung ke tempat wisata ini kalau dari pekanbaru kita harus menuju ke pangkalan kerinci terlebih dahulu, bisa menggunkan kenderaan roda dua maupun roda empat dengan waktu tempuh sekitar 1 jam lebih. Selanjutnya dari pangkalan kerinci ibu kota kabupaten pelalawan kita menuju Teluk Meranti melalui jalur darat dengan waktu tempuh sekitar 4jam. Selain jalur darat kita juga bisa menggunakan sarana transportasi air, dari Pelabuhan di jembatan Pangkalan Kerinci menggunakan speedboat ke desa Teluk Meranti dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 3 jam.***


(adv)

virgin hair diamond jewelry

Copyright 2013 - 2020 PT. FAKTAPOST MEDIA CITRA, All Rights Reserved
[ REDAKSI & MANAJEMEN ]